Masih ingatkah film Kartini yang dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo? Ya, film Kartini cukup sukses dengan menampilkan Dian Sastrowardoyo sebagai tokoh utamanya, Kartini. Tentu, ada alasan kuat dari Hanung Bramantyo sebagai sang sutradara memilih Dian Sastrowardoyo untuk memerankan karakter Kartini.

Dalam kehidupan sehari-hari, Dian Sastrowardoyo dipandang sebagai sosok perempuan cerdas, berkarakter, percaya diri, dan berdedikasi tinggi. Hal itulah yang membuat sang sutradara menilai bahwa Dian Sastrowardoyo cukup representatif untuk berperan sebagai seorang Kartini.

Perjuangan Kartini identik dengan perjuangan untuk para perempuan Indonesia agar dapat memperoleh hak yang sama dalam pendidikan. Di Indonesia, saat ini ada begitu banyak perempuan yang mampu mencapai pendidikan hingga di perguruan tinggi. Tentu, hal itu menjadi suatu pertanda yang baik bagi kemajuan perempuan di Indonesia. Perempuan Indonesia tidak lagi hanya berkutat di wilayah domestik. Kini, semakin bertambah pula perempuan Indonesia yang berkancah di ranah publik.

Perempuan Indonesia saat ini sudah banyak mendapat kemudahan dalam mencapai pendidikan yang tinggi. Namun, bukan berarti perempuan saat ini telah lepas dari masalah. Masih banyak pekerjaan rumah (PR) para perempuan dalam menghadapi masalah yang menimpa sesama kaum perempuan hingga kini.

Kekerasan dalam pacaran, kekerasan dalam rumah tangga, pernikahan dini secara paksa, perundungan, body shaming, perlindungan hak buruh perempuan, dan pelecehan seksual adalah contoh nyata yang masih terjadi di sekitar kita. Bahkan, tidak lain terkadang pelaku pun dijalankan oleh sesama perempuan. Sudah saatnya para perempuan Indonesia saling mendorong untuk lebih maju, menguatkan, dan membantu sesama perempuan untuk lepas dari belenggu yang membuat perempuan tidak berdaya. Selamat Hari Kartini! (Arum/red).

Komentar