Majenang – Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAI Sufyan Tsauri Majenang (STAIS) tahun ini berbeda dengan pelaksanaan KKN sebelumnya. Di tengah dunia masih dihadapkan dengan pandemi Covid-19, program tahunan itu dilaksanakan secara mandiri oleh mahasiswa dan berbasis daerah.

Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat STAI Sufyan Sauri Majenang (P3M-STAIS Majenang), Sarno Hamipudin, M.Pd.I, Sabtu  (11/07/2020) menjelaskan bencana Covid-19 tidak pernah terprediksi oleh siapapun. Namun demikian, situasi itu tidak menyebabkan P3M-STAIS tidak melaksanakan program tahunan kampus yakni KKN. Di tengah era revolusi industri 4.0, pelaksanaan program tersebut dipandang tepat dilangsungkan melalui daring atau disebut KKN Mandiri. “Walaupun pandemi covid-19 ini berakhir dalam waktu yang dekat, program KKN konvensional tetap tidak memungkinkan dilakukan. Untuk itu, pelaksanaan KKN Tahun ini polanya dirubah menjadi KKN Mandiri.” jelasnya.

Kegiatan pembekalan KKN ini dibuka oleh K.H Masyhud Khasbullah M.Ag. selaku Ketua Yayasan Kyai Haji Sufyan Tsauri. Dalam sambutannya, beliau berpesan kepada semua mahasiswa peserta KKN Mandiri agar selalu menjaga dan mengikuti protokoler kesehatan serta membantu menyelesaikan berbagai permasalahan pandemi Covid-19 ini diwilayahnya masing-masing.

“Mahasiswa harus tampil sebagai anak muda yang memiliki karya nyata bagi masyarakat, sekaligus sebagai relawan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19,” pesan K.H. Masyhid.

Hadiri dalam kegiatan pembekalan dan Pelepasan KKN Mandiri, Ketua Yayasan Kyai Haji Sufyan Tsauri K.H. Masyhud Khasbullah, M.Ag, Wakil Ketua I bidang akademik H. Masngudi, M.E.I, Ketua P3M Sarno Hanipudin dan mahasiswa peserta KKN mandiri sebanyak 69 mahasisawa yang terbagi atas 3 jurusan yakni Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Anak Usia Dini dan Ekonomi dan Bisnis Islam. (day/red)

Komentar