maulid-nabi-e1306297006630Hari ini umat Islam di seluruh dunia memperingati hari Maulid Nabi Muhammad SAW. Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Perayaan kelahiran Nabi Muhammad merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam dan bentuk penghormatan kepada Rasulullah. Sebagai umat muslim, tentunya harus meneladani sifat sang nabi. Ada hikmah yang terkandung dalam semua perayaan hari besar agama, dan ini berlaku pula bagi agama lain. Di situ kita bisa mengambil value yang bermanfaat.

Dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, terkandung pada Hari Maulid Nabi tersebut. “Yang pertama adalah kecintaan kita pada Nabi Muhammad. Salah satu ciri mencintai adalah mengingat, begitu juga dalam konteks ini ingat pada Rasulullah jangan sampai melupakannya. Yang kedua, meneladaninya. Yaitu terhadap apapun yang telah dilakukan beliau, perkataan, perbuatan beliau itu wajib kita contoh dan teladani. Meneladani ini maknanya bisa luas, seperti mengikuti sabdanya misalnya. Ketika Rasulullah perintahkan sesuatu, bukti kecintaan kita adalah kita ikuti perintah itu,”.

Bagi umat beragama perlu adanya ruang untuk membina umat beragama untuk mampu menghayati nilai-nilai agama. “Apabila itu tersedia, maka nanti akan berefek bagi perilakunya. Seperti halnya di kampus misalnya, kita bina sesuai nilai keyakinan sehingga perayaan itu dapat terefleksi pada perilaku sosialnya. Kalau tidak nanti agama dipandang sebagai formalitas saja,” Sementara itu, di balik Hari Maulid Nabi tersebut, ada hikmah keteladanan nabi yang bisa menjadi panutan bagi mahasiswa. “Banyak sekali keteladanan nabi yang bisa menjadi pedoman mahasiswa dalam berperilaku. Di antaranya, kejujuran, kesantunan dalam bersikap, kemudian bekerja keras. Semangat itu lah yang bisa diambil mahasiswa dalam menempuh pendidikan perkuliahan. Begitu juga sifat nabi yang amat peduli dengan sesama, itulah yang perlu untuk diteladani. Demikian pula dengan mahasiswa untuk mengamininya sebagai panutan. Apalagi dalam pembentukan karakter yang erat kaitannya dengan pendidikan kepribadian.

Pendidikan karakter yang santer didengungkan pun bisa mencontoh dari sifat Rasulullah. “Sebenarnya pendidikan karakter yang dibutuhkan saat ini bisa mengambil keteladanan dari Nabi Muhammad. Terlebih dalam pengembangan akhlak mahasiswa. Saat ini, kita semua masih harus bekerja keras untuk memperbaiki perilaku dengan menghayati apa yang kita yakini. Maka dengan perayaan Maulid Nabi ini perlu kita hayati dan maknai keteladanan sang Rasul.

Komentar