Majenang – Sekolah Tinggi Agama Islam Sufyan Tsauri Majenang, Rabu 16 juli 2021 mengadakan kegiatan “pendampingan dan pelatihan desa inovasi bersama jaringan penelitian kabupaten Cilacap”. Kegiatan ini merupakan rangkaian pendampingan Desa Inovasi yang di fasilitasi oleh Pemerintah Daerah (pemda) Kabupaten Cilacap.

Kegiatan yang di adakan di Aula kampus STAI Sufyan Tsauri Majenang ini di hadiri oleh Pimpinan dan Dosen STAI Sufyan Tsauri Majenang, Perwakilan dosen STKIP Majenang, Kepala Litbang Cilacap, Dinas Perikanan, dan Kepala Desa Cibeunying serta perangkat Desa Limbangan dan Sindangbarang.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Drs. H. Suratman, M.Ag., mewakili Ketua STAI Sufyan Tsauri Majenang. Dalam sambutannya, Surtaman menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan desa inovasi yang di lakukan oleh pemerintah Kabupaten Cilacap.

Sambutan sekaligus pembukaan acara oleh Kepala Litbang Kabupaten Cilacap Ir. Lydia Retnoningsih, M.A. dalam sambutannya beliau menyampaikan harapan bahwa desa inovasi yang telah ditunjuk oleh Bupati benar-benar mampu menjadi desa mandiri dan inovatif.

“kami sangat berharap, sesuai dengan arahan dari bapak bupati Cilacap desa-desa yang telah di tunjuk oleh bapak bupati benar-benar mampu menjadi esa yang mandiri dan inovatif”. jelasnya.

Pelatihan ini di isi oleh dua narasumber, pertama dari Dinas Perikanan Sudarto, A.Md Kasubbag TU BBI Kabupaten Cilacap, dalam pemaparannya beliau memberikan pemahaman tentang tantangan dalam pembudidayaan dan pembesaran ikan,

“untuk itu perlu tata laksana budidaya, sehingga mampu menambah nilai tambah secara ekonomis, baik dari pakan dan limbahnya”.ujarnya.

narasumber kedua Cahyono, S.E yang merupakan Praktisi Pengelolaan Limbah Serta Owner Urban Farming sekaligus anggota Pusat Inkubasi Ekonomi Lokal P3M STAI Sufyan Tsauri Majenang. Dalam pemaparannya Cahyono menjelaskan tentang ‘Crash to Cash‘, yaitu bagaimana menjadikan sampah menjadi rupiah. Hasil olahan yang telah dihasilkan adalah merupakan pupuk organik yang berasal dari sekam padi, sabut kelapa, air cucian beras, kohe kambing. selanjutnya, dalam demonstrasi hasil olahan pupuk organik, Cahyono menjelaskan tentang komposisi, proses pengolahan, hasil produksi serta hasil ini coba pada tanaman.

“limbah ternak yang biasanya dibuang, sebenarnya kalau diolah dapat memberikan nilai rupiah”.Ujarnyua.

Di tempat terpisah, Kepala P3M STAI Sufyan Tsauri Majenang Sarno Hanipudin, M.Pd.I mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bukti keinginan partisipasi dari civitas akademik STAI Sufyan Tsauri Majenang untuk berkontribusi secara nyata bagi terwujudnya Desa Inovasi di Kabupaten Cilacap. (day/red).

Komentar