Brebes – Bencana tanah longsor di Desa Pasirpanjang, mengakitbatkan sungai di Desa Capar terbendung, hingga mengakibatkan volume air meningkat setelah bendungan yang rusak akibat sudah tidak kuat menahan derasnya air lalu bendungan tersebut jebol dan semuanya masuk ke Desa Capar. Sebelum banjir itu datang semua warga desa capar yang berjumlah 760 sudah di ungsikan ke desa windusakti. Akibat dari banjir bandang tersebut, satu rumah rata dengan tanah dan lumpur setinggi 60 cm di Desa Capar.

Hal ini kemudian ditanggapi serius oleh aktivis mahasiswa STAIS Majenang yang melakukan gerakan STAIS PEDULI sebagai media dalam rangka ikut serta membantu meringankan beban para korban bencana yang ada. Tim STAIS PEDULI ikut tergerak dengan menggalang donasi kepada masyarakat di sekitar wilayah Majenang.

Menurut Sudiro (20) salah satu mahasiswa yang ikut dalam STAIS peduli ini mengatakan bahwa penggalangan dilakukan kepada para mahasiswa di lingkungan STAIS dan Masyarakat Majenang. Alhamdulillah cukup banyak respon dari mahasiswa dan masyarakat.

“kami memberikan bantuan berupa pakaian, sembako kepada korban bencana di lokasi pengungsian”, ungkap Diro.

Tambah Diro, selain memberikan bantuan dilokasi pengungsian kami juga mencoba memberikan kontribusi nyata dengan melakukan kegiatan Trauma Healing dengan harapan bisa meringankan beban dan rasa trauma yang dialami oleh korban. (Day/Red)

Komentar