???????????????????????Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIS) Majenang kembali melaksanakan upacara Wisuda pada Sabtu, 21 Maret 2015, bertempat di Halaman STAIS Majenang, Cilacap. Upacara Wisuda kali ini diikuti oleh 42 wisudawan wisudawati.

Ketua STAIS Majenang, Drs. H. Tahrir, M.Pd.I secara resmi membuka upacara wisuda III, yang dirangkai dengan sejumlah acara. SK Ketua tentang Pengukuhan Lulusan dan SK Rektor tentang Lulusan Terbaik dibacakan oleh kepala P3M, Mahmuddin, M.Pd. Lulusan terbaik dari Progran Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah Frendi Fernando, S.Pd.I dengan IPK 3.64 dan Siti Fajriah , S.Pd.I dengan IPK 3.63. sedangkan dari Progran Studi Ekonomi Syari’ah adalah Dewi Yulianti, S.Ey dengan IPK 3.77.

Dalam sambutan Ketua STAIS Majenang menyampaikan, bahwa kita harus merefleksikan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yang secara jelas mengamanatkan bahwa setiap warga negara berhak untuk memperoleh pendidikan. Implikasi dari amanat ini berarti pemerintah wajib menyediakan pendidikan yang berkualitas karena peran pendidikan sangat penting, begitu juga peran para guru/dosen. Beliau juga menyampaikan bahwa guru-guru saat ini dituntut mempunyai kemampuan menyerap perkembangan teknologi, terutama teknologi informasi dan komunikasi (TIK), karena peran guru saat ini di tantangan untuk perkembangan peserta didik menuju era Generasi Digital.

???????????????????????

Acara Wisuda juga diisi dengan orasi ilmiah oleh Dr. Rohmat Mulyana, M.Pd sekretaris badan penelitian dan pengembangan dan Diklat kementrian Agama RI dengan judul “Pengembangan Ilmu dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Karakter Bangsa”. Beliau menyampaikan gelar akademik merupakan sebuah penghargaan institusional. Selepas memperoleh gelar akademik, wisudawan/wisudawati dituntut untuk memberdayakan diri secara profesional.

“citra diri dan institusi menjadi pertaruhan berikutnya, karena itu semangat kerja, kepeloporan, keuletan dan komitmen menjadi ruh kinerja dalam mengabdikan diri pada masyarakat” jelasnya.

Komentar