C360_2015-02-23-15-00-11-124

Drs. Mudarir sedang menyampaikan materi fermentasi basah didampingi oleh Mawi Khusni Albar, M.Pd.I

Brebes – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Sufyan Tsauri (STAIS) Majenang melakukan pelatihan membuat pakan kambing atau domba berbahan dasar pohon pisang (fermentasi basah) di desa Karangsari Keamatan Bulakamba Kabupaten Brebes, (senin 23-02-2015). Disebut fermentasi basah karena bahan baku untuk pembuatan fermentasi ini tidak kering, alias masih mengandung banyak air.

Acara yang diprakarsai oleh mahasiswa STAIS Majenang bekerjasama dengan pemerintah desa setempat ini dilaksanakan di Aula Diniah Miftahul Ulum dengan dinarasumberi oleh Mudasir (salah seorang dosen STAIS Majenang). Dalam penjelasannya, ia menuturkan banyak sekali manfaat yang bisa diambil dari fermentasi basah ini. Misalnya, pakan hasil fermentasi akan lebih mudah dicerna sehingga penyerapan nutrisi bisa lebih optimal untuk hewan ternak. Selain itu, manfaat pakan ternak hasil fermentasi basah juga bisa menghilangkan bau kotoran hewan ternak dibandingkan dengan ternak yang diberi pakan biasa. “ kita harus manfaatkan alam yang ada supaya ternak tidak mengatur kita, namun kita yang mengatur ternak” ungkap Mudasir.

Lebih lanjut, Mudasir mengungkapkan bahwa dengan menggunakan pakan fermentasi basah waktu yang dibutuhkan untuk mencari bahan pakan ternak lebih ringan, karena bahan baku untuk pebuatan fermentasi basah adalah pohon pisang atau tangkai padi atau alang-alang yang ada disekitar kita. Untuk melengkapi kebutuhan protein dan serat kasar, ditambahkan ampas tahu dan dedek. “bahan-bahan tersebut adalah bahan yang mudah ditemui dan didapatkan” jelas Mudasir.

Sedangkan untuk daerah yang kesulitan mencari bahan-bahan tersebut, bahan baku juga dapat diganti dengan menggunakan bahan-bahan yang sejenis tergantung dari jenis-jenis tanaman yang ada di daerah sekitar. “tidak harus pohon pisang tapi bisa juga diganti dengan bahan yang sejenis, tergantung daerahnya maasing-masing” lanjut Mudasir.

Setelah selesai menjelaskan materi tentang tatacara pembuatan fermentasi basah, kemudian Mudasir meminta semua peserta untuk bersama-sama mempraktekan cara membuat fermentasi basah. Hal ini menurutnya, sepaya semua peserta yang mengikuti pelatihan bisa paham betul bagaimana cara membuat fermentasi dan cara mempraktekannya. “supaya tidak hanya menjadi teori, makanya kita harus praktek bersama” pungkas Mudasir.

Komentar